Apa itu etika bisnis perbankan syariah?
Sebelumnya, mari kita telaah satu persatu pengertian
dari etika, bisnis dan perbankan syariah sendiri itu apa.
Pertama mengenai
pengertian Etika. Istilah Etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan.Pengertian
etika adalah aturan atau pola-pola dari tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia
untuk dikatakan baik atau buruk.
Banyak orang yang sulit membedakan antara etikadengan
moral.Definisi moral yaitu kebiasaan yang diterima oleh suatu masyarakat. Moral
tidak akan terbentuk tanpa adanya etika. Contohnya, sebagai manusia yang
berakal sehat maka berkata baik dan benar adalah hal baik yang disadari oleh semua
orang. Dari pemikiran tersebut maka terbentuklah moral masyarakat untuk selalu berkata
jujur.Sehingga orang yang suka berbohong akan dianggap tidak bermoral dan mendapatkan
sanksi pengucilan dari masyarakat. Manfaat dari etika itu sendiri yaitu membantu
suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral, membantu membedakan mana
yang baik dan mana yang buruk, dan membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
Selanjutnya,
Pengertian Bisnis. Bisnis adalah suatu kegiatan yang menjual barang atau jasa kepada
konsumen untuk mendapatkan laba. Selanjutnya, Pengertian etika bisnis adalah cara-cara
untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan
individu, perusahaan dan juga masyarakat. Beberapa alasan etika digunakan dalam
bisnis yaitu Membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang
tinggi, Mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi,
Membantu pebisnis atau calon pebisnis dalam menyusun argumentasi moral yang
tepat, Menanamkan atau meningkatkan kesadaran akan adanya etika dalam menjalankan
bisnis.
Berikut ini
adalah ciri bisnis yang beretika yaitu pertama, Ketaatan pada Hukum dan Aturan, maksudnya yaitu dalam
menjalankan bisnis, seorang pengusaha wajib menaati segala peraturan atau undang-undang
dalam berbisnis. Kedua, Akuntabilitas,
yaitu pelaku usaha menerapkan
prinsip-prinsip usaha yang sehat dan bertanggungjawab, yang meliputi tahapan perencanaan,
perancangan, produksi, pemasaran, penjualan, dan pelayanan penjualan. Ketiga, Responsibilitas, yaitu suatu sikap tanggungjawab
atas suatu kerugian
yang dikeluhkan konsumen, atau yang didesakkan oleh masyarakat tentang suatu penyimpangan.
Keempat, Transparansi, yaitu pelaku bisnis
secara terbuka memberikan informasi secara jelas dan efektif kepada konsumen.
Kelima, Kejujuran, maksudnya yaitu pelaku usaha mengatakan sesuatu dengan sebenar-benarnya,
tanpa ada yang dipalsukan mengenai produk barang/jasa yang diajual. Keenam, Indepedensi,
maksudnya yaitu mandiri, tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Ketujuh, Empatibisnis
yang berempati, maksudnya yaitu bisnis
yang bisa memperlakukan pihak lain sebagaimana dirinya mau diperlakukan.
Terdapat
beberapa prinsip dalam etika bisnis, (1) prinsip Utilitarianisme, yaitu menghasilkan manfaat
(benefit) yang sebesar-besarnya dengan menggunakan biaya yang
serendah-rendahannya. (2) prinsip Universalisme, yaitu sebagai suatu ajaran etik
berarti sesuatu itu dapat dinilai baik bila dapat memberikan kebaikan kepada
orang banyak. (3) Prinsip Rights, Hak didasarkan atas martabat
manusia dan martabat semua manusia itu sama. (4) Prinsip justice , mengenai
mencari rezeki yang halal dan tidak dilarang hukum. Transaksi konsumsi sama-sama
atas dasar keadilan tidak ada yang saling mendzalimi. (5) Prinsip virtue etik
(keutamaan), yaitu watak yang telah dimiliki seseorang dan memungkinkannya untuk
bertingkah laku baik secara moral. (6) RelativitasEtika, pandanganbahwatidakadaprinsip
moral yang benarsecara universal, kebenaran semua prinsip moral bersifat
relative terhadap budaya atau pilihan individu.
Dalam konsep
moralitas, seseorang dalam menjalankan pekerjaan sangat memperhatikan aturan-aturan
yang berlaku dan menghindari setiap perbuatan
yang tidak boleh dilakukan karena melanggar
prinsip moralitas pada dirinya sendiri. Pelanggaran etika sering terjadi di saat moral tidak lagi berfungsi secara utuh.
Dan merosotnya moral terjadi di saat kebanggaan pada prinsip-prinsip moralitas
terabaikan dan diabaikan.
Kemudian,
Pengertian etika bisnis dalam ekonomi islam yaitu perilaku etika bisnis (akhlaq al
Islamiyah) yang berlandaskan dengan nilai-nilai syariah yang mengedepankan
halal dan haram. Maksud perilaku
etis disana ialah perilaku
yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangnya. Dalam ekonomi islam, bisnis dan etika tidak harus
dipandang sebagai dua hal yang bertentangan. Artinya, jika orientasi bisnis dan
upaya investasi akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepatuhan
kepada Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah
moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat.
Beberapa penafsiran mengenai etika bisnis islam. Pertama, penafsiran bersifat
berkesinambungan, yaitu adanya
konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta hubungan manusia
dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah (hablumminallah
wa hablumminannas). Kedua, penafsiran bersifat kemanusiaan, merupakan pembatas apa
yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak dilakukan, maksudnya tidak
merugikan diri sendiri, merugikan orang lain, dan sebagai pengemban tugas menjadi
Kalifah di dunia. Ketiga, Penafsiran bersifat
keadilan, yaitu perbuatan yang sesuai dan tanpa ada yang merasa dirugikan.
Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen
atau unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi-institusi)
ekonomi, yang bukan hanya saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai
tingkat tertentu saling menopang dan mempengaruhi. Di dunia ini terdapat berbagai macam-macam
sistem ekonomi yang diterapkan oleh Negara. Sitem ekonomi tersebut antara lain
sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi liberal/pasar/bebas, sistem ekonomi komando/terpusat/etatis,
dan sistem ekonomi campuran. Tujuan
suatu sistem ekonomi yaitu menciptakan satu masyarakat yang adil dan makmur. Keadilan
pada hakikatnya adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya (to
give everybody his own).
Selanjutnya, kita lihat sistem ekonomi islam.
Ekonomi
Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi
rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Dasar-dasar sitem ekonomi islam yaitu
bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di duniadan di akhirat.
Keberhasilan sistem ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian
yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika
yang diperlukan manusia.
Berikut ini Nilai dasar sistem ekonomi Islam, (1) Hakikat
pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan. (2) Keseimbangan ragam aspek dalam
diri manusia. (3) Keadilan antar sesama manusia.
Kesimpulannya,
kita harus memperhatikan etika dan moral dalam menjalankan bisnis. Jika keduanya
tidak dijalankan maka tidak akan berjalannya bisnis secara islami. Jika kita menjalankan
bisnis menurut syariat islam maka kita dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan
bagi seluruh umat yang ada didunia.
